Jobsheet Konfigurasi Domain Name Server

JOB SHEET
SMK TUNAS HARAPAN PATI


Program KeahlianMata PelajaranKode Mata Pelajaran
Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Sistem Operasi Jaringan12.04/SOJ/2526
Tingkat / KelasMateri PokokWaktu Pembelajaran
XII TKJ 2 Domain Name Server8 x 45 Menit




Nama JobsheetTanggal Praktikum
Konfigurasi Domain Name ServerJanuari 2026
Nama SiswaKode Score
            Anita Indah Suryani



Pada tulisan kali ini saya akan berbagi tentang konfigurasi DNS di debian 12 yang disimulasikan secara virtual menggunakan VirtualBox. Sebelum mulai berlatih konfigurasi DNS di VirtualBox maka kita harus menyiapkan beberapa hal yaitu, Mesin Virtual dengan Sistem Operasi Debian di VirtualBox dan Jaringan Internet untuk download dan instalasi. 

Ada beberapa tahapan yang dilakukan, tetapi pada tulisan ini hanya akan saya bahas pada poin utamanya yaitu instalasi dan konfigurasi DNS. Tahapannya secara lengkapnya diantaranya yaitu :
  1. Buat mesin virtual di VirtualBox, cara dan langkahnya bisa dilihat di link ini.
  2. Install debian di Virtual Mesin VirtualBox, cara dan langkahnya sama dengan instalasi debian 10.
  3. Hubungkan debian VM (Virtual Mesin) dengan internet. Jika ada kesulitan bisa menelaah link ini.
  4. Setting Repository
  5. Instalasi DNS dan Konfigurasi DNS
  6. Pengujian hasil Konfigurasi DNS
  • Hubungkan debian VM ke PC Host
  • Uji coba

1.    Persiapan Jaringan Virtual (Pre-Installation) 

Langkah 1: Mengatur menu settings pada VM Debian 12 SOJ sebelum dijalankan


Adapter 1 (Internal/Local): Diatur menggunakan tipe NAT. Penambahan adapter kedua ini bertujuan agar VM Debian tetap memiliki akses ke koneksi internet luar untuk kebutuhan instalasi paket atau pembaruan sistem (update).   

Adapter 2 (Internet Access):Diatur menggunakan tipe Host-only Adapter. Adapter ini berfungsi sebagai jalur utama agar client nantinya dapat mengakses layanan DNS yang akan dibuat di dalam Debian.  

2. Konfigurasi Internal Debian 12 dan Persiapan Repository

Setelah melakukan persiapan pada VirtualBox, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi alamat IP di dalam sistem operasi Debian 12 agar sesuai dengan perencanaan jaringan yang telah dibuat.

Menjalankan Virtual Machine dan Login Proses dimulai dengan menjalankan VM Debian 12 SOJ melalui tombol Start. Setelah sistem berhasil masuk ke layar login, saya masuk menggunakan akun pengguna, lalu berpindah ke hak akses Super User (root) dengan perintah su untuk mendapatkan izin penuh dalam mengubah konfigurasi sistem. 


Langkah 2: Mengedit File Konfigurasi Interfaces Untuk mengatur alamat IP secara permanen, saya membuka file konfigurasi jaringan menggunakan editor teks Nano melalui perintah: nano /etc/network/interfaces.

Langkah 3: Pengaturan IP Statis dan DHCP Di dalam editor Nano, saya melakukan konfigurasi pada dua interface yang tersedia:
    Langkah 4: Restart Layanan Networking Agar perubahan konfigurasi dapat diterapkan oleh sistem tanpa harus melakukan reboot, saya menjalankan perintah untuk memulai ulang layanan jaringan: systemctl restart networking



    Langkah 5: Verifikasi Alamat IP Langkah terakhir dalam tahap ini adalah memastikan bahwa konfigurasi telah berjalan dengan benar. Saya menggunakan perintah ip a (atau ip address) untuk mengecek status interface. Berdasarkan hasil pengecekan:
    • Langkah 6: Konfigurasi Repository (sources.list) Memastikan sumber paket (repository) sudah mengarah ke internet dan bukan ke CD-ROM, agar proses instalasi bind9 nantinya berjalan lancar. Saya membuka file /etc/apt/sources.list dan memberikan tanda pagar (#) pada baris deb cdrom untuk menonaktifkannya, serta memastikan link repository official Debian sudah aktif.


      3. Instalasi Paket DNS Server (Bind9)

      Setelah konfigurasi jaringan dan repository dipastikan berjalan dengan baik, langkah selanjutnya adalah menginstal paket aplikasi yang diperlukan untuk membangun DNS Server.

      Langkah 1: Pembaruan Repository dan Instalasi Bind9 Untuk memastikan daftar paket adalah yang terbaru, saya menjalankan perintah: apt update Selanjutnya, saya melakukan instalasi paket Bind9 dengan perintah: apt install bind9 bind9utils Saya menekan tombol 'y' saat muncul konfirmasi instalasi untuk melanjutkan proses pengunduhan dan pemasangan paket sebesar kurang lebih 12.2 MB.


Instalasi DNS

Pada tahap ini sebelumnya harus memastikan sudah melakukan tahapan 1 hingga 4. Selanjutnya kita bisa memulai menginstal dengan mengetikkan perintah #apt install bind9 perhatikan tampilan berikut.



Konfigurasi DNS

Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi, ada 4 file yang harus dikonfigurasi yaitu :
  1. Konfigurasi File Forward di file db.local yang sudah copy
  2. Konfigurasi File Reserve di file db.127 yang sudah copy
  3. Mendeklarasikan Zone Domain di file named.conf.default-zones
  4. Menambahkan nameserver di file resolv.conf

Ikuti langkah-langkah berikut :

1. Semua file konfigurasi untuk DNS tersimpan dalam direktory atau folder /etc/bind. 
Karena hal itu untuk mempermudah konfigurasi, kita bisa masuk terlebih dahulu ke folder tersebut dengan perintah seperti ini #cd /etc/bind




2. Kemudian lihat isi file di dalamnya dengan perintah #ls



3. Lakukan konfigurasi File Forward

File forward memiliki fungsi untuk memetakan nama domain ke ip address. Sebelum mengkonfigurasi file forward, kita perlu membuat file konfigurasinya dahulu dengan cara menduplikasi file forward yang sudah ada. Lakukan langkah-langkah berikut :

a. Copy terlebih dahulu file db.127 dan beri nama yang berbeda misalnya db.forward dengan perintah #cp db.127 db.forward kemudian lihat kembali isi foldernya dengan perintah #ls




b. Buka file db.forward dengan perintah #nano db.forward





c. Sebelum mulai langkah ini kita harus menyiapkan nama domain terlebih dahulu misalnya kita akan membuat domain dengan nama manabu.net. Garis bawah warna merah adalah nama domain diakhiri dengan titik (.), sedangkan warna kuning adalah ip dari server (debian). 

Setelah diubah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter 


4. Konfigurasi File Reserve

File reverse merupakan kebalikan dari file forward, yakni memetakan ip address ke nama domain.

a. Selanjutnya duplikat file db.127 dan ganti beri nama yang berbeda misalnya db.reverse dengan perintah #cp db.127 db.reverse.


b. Buka file db.reverse dengan perintah #nano db.reverse

                                               




Setelah diubah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter

5. Mendefinisikan Zone Domain

Pada bagian ini kita akan mendefinisikan zona-zona untuk domain yang akan kita gunakan. Di dalam zona ini kita tentukan file forward dan file reverse mana yang akan dipakai dan di-load oleh server dns.

a. Buka file dengan nama named.conf.default-zones dengan perintah #nano named.conf.default-zones
                                                                                        


b. Kemudian tambahkan dengan script seperti berikut. Garis bawah warna merah adalah nama domain diakhiri dengan titik (.), sedangkan warna kuning adalah 3 byte terakhir dari ip server (debian) ditulis terbalik. 

Jika IP server 192.168.100.3 maka tuliskan menjadi 100.168.192, warna hijau adalah letak file yang yang tadi dituliskan. Setelah diubah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter




6. Menambahkan nameserver

Agar domain yang sudah kita setting dapat dikenali di dalam jaringan, maka kita perlu mengkonfigurasi ip dns yang digunakan oleh setiap host. Lakukan langkah-langkah berikut :

a. Buka file resolv.conf dengan ketik #nano /etc/resolv.conf


b. Tambahkan script seperti tulisan warna putih dibawah ini. 

Garis bawah warna merah adalah nama domain, sedangkan warna kuning adalah ip dari server (debian). 

Setelah ditambah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter



Apabila tidak ada peringatan error maka konfigurasi sudah benar. Selanjutnya kita restart service dns dengan perintah #systemctl restart bind9 atau #service bind9 restart


7. Pengujian DNS

Pengujian DNS di sini kita bisa menggunakan dnsutils di server dan PC Host sebagai client.

Pengujian menggunakan dnsutils di server lakukan langkah-langkah berikut :

a. lakukan install dnsutils dengan perintah #apt install dnsutils

 



b. kemudian ketik #nslookup 192.168.100.3 dan #nslookup manabu.net

 


Pengujian menggunakan dnsutils di PC host lakukan langkah-langkah berikut :

a. Pertama hubungkan VM dengan PC host

Langkah bisa lihat link disini. Setting IP address pada client menjadi satu subnet dengan IP address server (debian). IP server (debian) yang kita gunakan adalah 192.168.100.3 maka pada IP address client bisa kita isikan yang satu subnet misalnya 192.168.100.1 saja. 

Sedangkan pada DNS server diisi dengan IP address server (debian) yaitu 192.168.100.3.

 



b. Lakukan ping untuk cek keberhasilan. Misalnya di cmd ping ke ip server atau ping ke domain server.

 


Jika tampilan hasil pengujian tidak ada error dan sesuai seperti contoh, maka artinya konfigurasi DNS kita berhasil. Untuk latihan Anda bisa mengganti IP address. Selamat mencoba, semoga manfaat.

Versi HTML


di Agustus 01, 2025 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Posting Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Posting Komentar (Atom) Konsep Dasar Repository dalam Konfigurasi DNS di Debian 12 --- Versi HTML Gambar 429 Repository di Debian

Comments

Popular posts from this blog

Web Server

Menginstal Linux Debian