Web Server
JOB SHEET
SMK TUNAS HARAPAN PATI
| Program Keahlian | Mata Pelajaran | Kode Mata Pelajaran |
| Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi | Sistem Operasi Jaringan | 12.05/SOJ/2526 |
| Tingkat / Kelas | Materi Pokok | Waktu Pembelajaran |
| XII TKJ 2 | Web Server | 8 x 45 Menit |
| Nama Jobsheet | Tanggal Praktikum | |
| Konfigurasi Web Server Apache2 | Januari 2026 | |
| Nama Siswa | Kode Score | |
Anita Indah Suryani |
1. Siswa memahami Infrastruktur Jaringan Virtual
2. Siswa memanajemen Paket Sistem
3. Siswa mampu membangun Web Server
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 11
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
1. Persiapan Sistem
useranita. Untuk dapat melakukan konfigurasi server, user melakukan eskalasi hak akses menjadi root menggunakan perintah su. Setelah berada pada mode root, dilakukan pengecekan alamat IP menggunakan perintah ip a. Berdasarkan hasil pengecekan, server memiliki alamat IP operasional 192.168.6.10. Alamat IP ini dipastikan aktif (UP) sehingga server siap untuk dikonfigurasi lebih lanjut."1.1 Login dan Eskalasi Hak Akses (Privilege)
Gambar ini menunjukkan tahap awal pengoperasian server Debian 12 melalui terminal.
Proses Login: Pengguna masuk ke sistem menggunakan username
useranita. Ini adalah praktik keamanan yang baik (tidak langsung login sebagai root).Eskalasi Hak Akses (
su): Pengguna menjalankan perintahsu(substitute user) untuk berpindah ke akun root. Hal ini ditandai dengan perubahan simbol pada prompt dari$(user biasa) menjadi#(superuser).Tujuan: Hak akses root diperlukan dalam praktikum ini untuk melakukan instalasi paket (Apache2) dan mengubah file konfigurasi sistem yang berada di direktori
/etc/.
1.2 Identifikasi Konfigurasi Jaringan Server
Gambar ini menampilkan hasil dari perintah ip a (IP Address) yang dijalankan untuk memverifikasi konfigurasi antarmuka jaringan pada Virtual Machine.
Analisis Jaringan:
Interface
lo(Loopback): Digunakan untuk komunikasi internal server itu sendiri (127.0.0.1).Interface
enp0s3(Static/Local IP):Biasanya digunakan agar Virtual Machine terhubung ke internet untuk melakukan pengunduhan paket Apache menggunakan perintah
apt install.
Interface
enp0s8(Dynamic IP/Internet)* Terdeteksi alamat IP 192.168.6.10Fungsi: Alamat ini merupakan IP yang akan digunakan oleh komputer klien untuk mengakses layanan Web Server Apache2.
2. Instalasi Layanan Web Server
"Setelah konfigurasi jaringan dipastikan aman, langkah selanjutnya adalah menginstal layanan Apache2. Pertama, dijalankan perintah apt update untuk memperbarui repositori sistem agar paket yang diinstal adalah versi terbaru. Kemudian, dilakukan instalasi dengan perintah apt install apache2. Pada tahap ini, sistem secara otomatis menarik seluruh dependensi yang dibutuhkan. Proses dilanjutkan dengan menekan tombol 'y' untuk mengonfirmasi pengunduhan dan pemasangan file ke dalam sistem."
Gambar tersebut menunjukkan dua proses penting dalam administrasi paket Debian, yaitu memperbarui daftar paket dan melakukan instalasi web server Apache2.
Analisis Langkah-langkah:
Perintah
apt update:Sistem melakukan sinkronisasi ulang file indeks paket dari repositori resmi Debian (Bookworm).
Tujuan langkah ini adalah untuk memastikan sistem mendapatkan versi terbaru dari perangkat lunak yang akan diinstal. Terlihat sistem berhasil mengunduh data dari server repositori.
Perintah
apt install apache2:Sistem mengidentifikasi paket-paket tambahan (dependencies) yang diperlukan agar Apache2 berjalan lancar, seperti
apache2-bin,apache2-data, danapache2-utils.Konfirmasi Instalasi: Muncul pertanyaan
Do you want to continue? [Y/n], di mana pengguna menjawaby(yes) untuk menyetujui penggunaan ruang penyimpanan sebesar 9,290 kB untuk instalasi ini.
3. Menyiapkan Virtual Host Baru
"Untuk mengatur website secara spesifik, dilakukan konfigurasi pada direktori /etc/apache2/sites-available/. Langkah pertama adalah berpindah ke direktori tersebut dan melihat isi file default yang tersedia. Penulis kemudian menduplikasi file konfigurasi standar 000-default.conf menjadi www.conf menggunakan perintah cp. Hal ini dilakukan agar konfigurasi website yang baru memiliki kerangka dasar yang benar, namun tetap menjaga file konfigurasi asli tetap utuh sebagai cadangan."
3.1 Berpindah ke Direktori Konfigurasi Apache
Perintah: cd /etc/apache2/sites-available/
Gambar ini menunjukkan proses navigasi menggunakan perintah cd (change directory) menuju folder sites-available. Folder ini adalah tempat utama untuk menyimpan file konfigurasi setiap website (Virtual Host) yang ada di server Apache2.
3.2 Melihat File Konfigurasi Default
Perintah: ls
Setelah masuk ke direktori, dijalankan perintah ls untuk melihat daftar file. Terlihat dua file bawaan:
000-default.conf: File konfigurasi standar untuk protokol HTTP (port 80).default-ssl.conf: File konfigurasi standar untuk protokol HTTPS (port 443)
3.3 Menduplikasi File Konfigurasi (Copy)
Perintah: cp 000-default.conf web01.conf dilanjutkan dengan ls
Keterangan: Pengguna menduplikasi file 000-default.conf menjadi file baru bernama web01.conf menggunakan perintah cp.
4. Konfigurasi Virtual Host Kustom
"Setelah menduplikasi file konfigurasi, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan parameter di dalamnya agar sesuai dengan identitas website yang diinginkan. Penulis menggunakan editor nano untuk mengubah file www.conf. Di dalam file tersebut, dilakukan perubahan pada ServerName menjadi www.anita.net dan mengubah DocumentRoot ke direktori /var/www/web01. Konfigurasi ini memungkinkan server untuk mengenali permintaan yang datang untuk domain tersebut dan mengarahkannya ke folder penyimpanan file web yang tepat."
4.1 Membuka File Konfigurasi dengan Text Editor
Perintah: nano web01.conf
4.2 Detail Modifikasi File Virtual Host
- <VirtualHost *:80>: Menunjukkan bahwa konfigurasi ini berlaku untuk lalu lintas web yang masuk melalui port 80 (HTTP standar).
- ServerName web01.anita.net: Baris ini mendefinisikan domain atau nama server. Jadi, ketika seseorang mengakses www.anita.net, Apache akan tahu bahwa ia harus menjalankan aturan yang ada di file ini.
- DocumentRoot /var/www/web01: Ini adalah bagian paling vital. Kamu menginstruksikan Apache untuk mengambil file website (seperti index.html) dari folder /var/www/web01.
/var/www/web01 sudah kamu buat nanti agar tidak terjadi error 404 Not Found.5. Membuat Direktori DocumentRoot
"Setelah melakukan konfigurasi Virtual Host, langkah selanjutnya adalah menyiapkan infrastruktur penyimpanan file website. Penulis menjalankan perintah mkdir /var/www/www untuk membuat direktori baru sesuai dengan jalur (path) yang telah didefinisikan pada parameter DocumentRoot di file www.conf. Langkah ini memastikan bahwa saat layanan Apache2 diaktifkan nanti, server memiliki lokasi fisik yang valid untuk memanggil file konten website."
5.1 Membuat Direktori untuk Data Website
- Sinkronisasi Konfigurasi: Folder /var/www/www ini dibuat agar sesuai dengan baris DocumentRoot yang sudah kamu ketik di file www.conf pada langkah sebelumnya.
- Fungsi: Folder ini akan menjadi "rumah" bagi file index atau konten website yang akan kamu buat. Dengan memisahkan folder ini dari folder default (/var/www/html), kamu bisa mengelola banyak domain dalam satu server secara lebih rapi (Virtual Hosting).
6. Pembuatan Konten Website Kustom
"Setelah infrastruktur folder siap, dilakukan pembuatan konten website dengan membuat file index.html melalui editor nano. Penulis menyusun kode HTML yang informatif mencakup profil diri, serta menambahkan CSS internal untuk mempercantik tata letak (layout). Pengaturan dilakukan agar konten tampil secara responsif di tengah layar dengan latar belakang yang bersih. Tahap ini bertujuan untuk membuktikan bahwa server tidak hanya berjalan, tetapi juga mampu menyajikan konten statis yang telah dikustomisasi sesuai keinginan admin."
6.1 Membuat File Index Website
Perintah: nano /var/www/www/index.html
Gambar ini menunjukkan proses pembuatan file utama website bernama index.html di dalam direktori yang telah dibuat sebelumnya (/var/www/www). File ini adalah file yang pertama kali akan dipanggil oleh Apache saat domain www.anita.net diakses.
6.2 Menyusun Tampilan dengan CSS (Internal Style)
Pada tahap ini, dilakukan penulisan kode HTML yang menyertakan tag <style>.
- Tujuan: Memberikan desain visual agar website tidak terlihat polos.
- Analisis Kode: Mengatur .container dengan width: 80% dan margin: 50px auto agar konten berada tepat di tengah layar. Penambahan box-shadow dan border-radius memberikan kesan modern pada kartu profil tersebut.
- Struktur Data: Kamu menggunakan tag <div> dengan class container dan info untuk membungkus data diri seperti Nama, Umur, Sekolah (SMK Tunas Harapan Pati), hingga Cita-cita.
- Elemen Visual: Terdapat tag <img> untuk menampilkan foto profil dan penggunaan tag <b> untuk menebalkan label informasi agar lebih mudah dibaca.
7. Konfigurasi Environment Sistem
"Sebagai langkah pendukung administrasi server, dilakukan penyesuaian pada file /etc/profile. Hal ini bertujuan untuk memastikan variabel lingkungan sistem (system environment variables) terkonfigurasi dengan benar bagi semua pengguna. Setelah melakukan pengecekan pada file tersebut menggunakan editor nano, penulis menjalankan perintah . /etc/profile untuk menyegarkan konfigurasi shell. Langkah ini krusial agar seluruh perintah administratif terkait pengelolaan Web Server Apache2 dapat dikenali oleh sistem secara global tanpa kendala jalur perintah (command path)."
7.1 Membuka dan Memeriksa File nano /etc/profile
Perintah: nano /etc/profile
Keterangan: Gambar ini menunjukkan proses penyuntingan file konfigurasi sistem global /etc/profile.
- Fungsi File: File ini berisi pengaturan environment variables dan skrip yang akan dijalankan untuk semua pengguna saat mereka login ke shell.
- Analisis Isi: Di dalam file tersebut, terlihat pengaturan variabel PATH untuk pengguna root (ID 0) dan pengguna biasa. Variabel PATH ini sangat penting agar sistem dapat menemukan lokasi perintah-perintah eksekusi (seperti perintah Apache) secara otomatis tanpa harus mengetik jalur lengkapnya.
7.2 Memperbarui Konfigurasi Shell (Source Profile)
8. Aktivasi dan Finalisasi Server
"Tahap terakhir dalam konfigurasi adalah mengaktifkan Virtual Host yang telah dibuat dengan perintah a2ensite www.conf. Setelah situs dinyatakan aktif oleh sistem, dilakukan perintah systemctl restart apache2 untuk menerapkan seluruh konfigurasi secara permanen. Keberhasilan langkah ini ditandai dengan tidak adanya pesan error pada terminal, yang berarti server Apache2 siap melayani permintaan akses ke domain www.anita.net dengan konten profil yang telah disiapkan sebelumnya."
8.1 Aktivasi Virtual Host Baru
Perintah: a2ensite web01.conf
Gambar ini menunjukkan penggunaan perintah a2ensite (Apache2 Enable Site) untuk mengaktifkan file konfigurasi web01.conf yang telah dibuat sebelumnya.
- Proses: Sistem membuat sebuah symbolic link dari folder sites-available ke folder sites-enabled.
- Output: Muncul pesan bahwa situs web01 telah diaktifkan. Sistem juga memberikan instruksi untuk melakukan reload atau restart agar perubahan tersebut terbaca oleh server Apache.
- Tujuan: Restart diperlukan agar Apache berhenti sejenak dan mulai kembali dengan memuat konfigurasi terbaru (domain web01.anita.net dan folder /var/www/www).
- Hasil: Karena tidak muncul pesan error setelah perintah dijalankan, ini menandakan bahwa sintaks konfigurasi yang kamu tulis sudah benar dan server telah berhasil berjalan dengan pengaturan baru.
9. Pengujian Web Server
Langkah terakhir dalam praktikum ini adalah melakukan verifikasi atau pengujian melalui sisi klien (komputer host atau perangkat lain yang berada dalam satu jaringan).
9.1 Akses Alamat IP: Pengujian dilakukan dengan membuka web browser pada komputer klien dan mengetikkan alamat IP server 192.168.6.10.
9.2 Verifikasi Visual: Website berhasil menampilkan halaman profil "Anita Indah Suryani". Hal ini membuktikan bahwa:
- Konektivitas Jaringan: Kabel virtual dan alamat IP antara server dan klien sudah terhubung dengan benar.
- Web Service: Apache2 berhasil memproses permintaan HTTP dari klien.
- Rendering Konten: Browser berhasil menerjemahkan kode HTML dan CSS yang telah disusun, termasuk tata letak kartu profil yang berada di tengah layar (center layout).

Comments
Post a Comment